Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pengertian Bisnis Konvensional dan Syariah serta Contohnya

Istilah bisnis konvensional mungkin sudah sangat familiar di telinga masyarakat sekarang. Kemajuan teknologi juga memudahkan dalam memperoleh semua informasi yang dibutuhkan. Berikut adalah penjelasan mengenai pengertian bisnis konvensional, kelebihan. kekurangan, serta contohnya.

Pengertian Bisnis Konvensional dan Syariah serta Contohnya

Bisnis Konvensional dan Syariah

Berikut ini adalah pengertian dari bisnis konvensial dan syariah serta contohnya yang bisa menjadi referensi anda.

Definisi Bisnis Konvensional

Definisi sederhana dari Bisnis Konvensional yaitu usaha yang dijalankan secara offline. Tidak ada sistem pesan antar atau pengiriman untuk jarak yang jauh karena antara penjual dan pembeli melakukan transaksi secara langsung.

Pada bisnis konvensional, konsumen datang sendiri ke lokasi produksi atau tempat usaha untuk menemukan barang yang diinginkan. Calon pembeli pun dapat melihat produk secara langsung, sehingga bebas menentukan pilihan.

Kelebihan Bisnis Konvensional

Usaha model ini pada dasarnya juga mempunyai berbagai kelebihan dan daya tarik tersendiri. Anda bisa melihat contoh bisnis konvensional di lingkungan sekitar sebagai perbandingan. Di bawah ini adalah beberapa kelebihan dari bisnis konvensional dibandingkan bisnis online.

Produk Bisa Dilihat Langsung

Kelebihan yang pertama yaitu produk bisa dilihat secara langsung. Hal ini tentu sangat penting untuk para pembeli guna memastikan kualitas dan kesesuaian barang yang akan dibeli. Usaha offline menawarkan jaminan mutu yang bisa dibuktikan secara langsung pada proses transaksi.

Stok Cukup Banyak

Bisnis konvensional juga mempunyai kelebihan lain, yaitu ketersediaan stok yang melimpah. Tujuan utama dari pemilik usaha adalah untuk mengantisipasi pembeli yang menginginkan produk tertentu dalam jumlah besar.

Pembeli Bisa Bertemu dengan Penjual

Selain produk yang bisa dilihat secara langsung dan stok tersedia, bisnis konvensional juga dapat mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung. Calon pembeli pun dapat bertanya-tanya dan negosiasi terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan atau melakukan transaksi.

Kekurangan Bisnis Konvensional

Sebagaimana penjelasan diatas, pengertian bisnis konvensional yang lebih fokus pada pasar offline membuatnya memiliki beberapa kekurangan. Anda dapat menjadikan poin-poin berikut ini sebagai pertimbangan dalam menjalankan usaha berbasis konvensional.

Harga Lebih Mahal

Kekurangan yang pertama adalah pada aspek nilai barang atau produk yang ditawarkan. Hal ini lebih tertuju pada bisnis konvensional yang menjual barang aset atau bukan konsumsi pokok. Anda tentu mengetahui bahwa harga produk di toko online selalu lebih murah dibandingkan toko offline.

Variasi Produk Relatif Sedikit

Kekurangan berikutnya yaitu pada variasi atau pilihan produk yang relatif sedikit. Hal ini dikarenakan keterbatasan modal dari pemilik usaha atau lebih memilih untuk bermain aman. Artinya, penjual akan membeli produk dengan variasi berbeda ketika stok lama sudah terjual.

Perlu Strategi dan Ketelatenan

Bisnis konvensional juga memerlukan strategi khusus dan ketelatenan dalam menjalankannya. Salah satu faktor utamanya adalah pesaing Anda adalah para penjual atau usaha serupa di sekitar lokasi bisnis. Selain itu, kondisi pembeli yang fluktuatif membuat pikiran harus terbuka.

Contoh Bisnis Konvensional

Ada banyak bisnis konvensional yang bisa Anda temui di lingkungan sekitar tempat tinggal. Usaha yang berjalan juga mempunyai target marketnya masing-masing, sesuai dengan modal dan keinginan dari pemilik usaha. Berikut beberapa contoh yang mungkin sering Anda temui.

Rumah Makan

Rumah makan menjadi salah satu bisnis konvensional yang cukup eksis dari dulu hingga sekarang. Kebutuhan ini bisa dikatakan sebagai aspek primer yang harus terpenuhi setiap hari. Di samping itu, saat melakukan perjalanan, makan di rumah makan adalah solusi terbaik.

Toko Kelontong

Usaha konvensional selanjutnya yang tidak membutuhkan modal terlalu besar adalah toko kelontong. Perputaran uang dari usaha seperti ini bisa dibilang stabil dan menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Pada umumnya, toko kelontong menjual berbagai kebutuhan sehari-hari.

Food & Beverage

Food & Beverage memiliki kemiripan dengan rumah makan, namun dengan segmentasi dan produk yang berbeda. Bisnis konvensional ini mulai menjamur di Indonesia seiring dengan meningkatnya tingkat konsumtif dari masyarakat itu sendiri.

Tour & Travel

Contoh bisnis konvensional selanjutnya yang bisa adalah Tour & Travel. Kemampuan utama yang dibutuhkan adalah komunikasi serta negosiasi dengan calon penyewa. Pebisnis biasanya bekerja sama dengan pemilik armada untuk menghemat modal untuk sementara waktu.

Sablon Baju

Sablon baju juga menjadi bisnis konvensional yang masih menjanjikan banyak keuntungan dengan modal tidak terlalu besar. Pebisnis bisa memulainya dengan belajar secara otodidak atau mendatangi usaha serupa terdekat.

Pengertian Bisnis Syariah Menurut Para Ahli 

Ini adalah beberapa pengertian Bisnis Syariah menurut beberapa para Ahli yang bisa anda jadikan rujukan, antara lain :

1. Amir Syarifuddin 

Pengertian bisnis syariah diambil dari kata syariah. Menurut Amir Syarifuddin, kata syariah adalah titah Allah yang masih ada hubungannya dengan perilaku manusia di luar akhlak. Dapat pula diartikan bahwa syariah sebagai ketentuan Allah yang harus dipatuhi. Bentuk syariah itu sendiri bentuknya universal, bida diterapkan di bidang ekonomi yang tidak memandang keyakinan umat manusia muslim maupun non muslim. 

2. Muhammad Syafi’i Antonio 

Berbeda dengan pendapat Muhammad Syafi’i Antonio yang mendefinisikan bisnis syariah sebagai bisnis yang paling santun, penuh penghormatan terhadap hak masing-masing dan sarat akan kebersamaan.

3. Hermawan Kartajaya & Syakir Sula 

Menurut Hermawan Kartajaya & Syakir Sula mengartikan bahwa bisnis syariah sebagai bisnis yang dianggap santun, santun terhadap penjual ataupun pembeli.

4. Steinhoff

Sementara jika dilihat dari makna non syariah, bisnis menurut Steinhoff adalah “Business is all those activities involved in providing the goods and service needed or desired by people”. 

5. Skinner 

Sementara Skinner mengartikan bahwa bisnis sebagai pertukaran barang, jasa yang saling memberi umpan balik.

Dari beberapa pengertian menurut beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bawah Bisnis Syariah adalah aktivitas dalam menjalankan usaha, yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan, pendapatan dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup. 

Contoh Bisnis Syariah 

Buat kamu yang ingin menjalankan bisnis, sebenarnya ada banyak contoh. Barangkali kamu sedang mencari-cari contoh bisnis syariah untuk dipelajari sebagai evaluasi bisnis yang hendak kamu jalankan? Berikut contohnya. 

1. Berbisnis Pakaian Dan Aksesoris Muslim 

Contoh yang pertama adalah berbisnis pakaian dan aksesoris muslim. Ide bisnis ini dapat kamu jadikan masukan. Berbicara tentang pakaian, lebih aman karena tidak ada tanggal kadaluarsa. Tidak seperti makanan yang rawan akan kadaluarsa. 

Permintaan penggunaan baju pun sampai saat ini masih banyak dilirik. Apalagi pakaian tersebut memiliki model gaya yang update, simpel, elegan dan unik. Pakaian wanita salah satu peluang bisnis syariah yang cukup besar. 

Selain menjual pakaian wanita syar’i jangan lupa untuk melampirkan aksesoris lainnya. Misalnya gelang, kalung, anting-anting atau ikat pinggang. Aksesoris seperti tas kecil unik lucu juga bisa loh. Sebenarnya ada banyak pilihan yang bisa kamu jalankan untuk bisnis kamu. 

2. Kosmetika Halal 

Sekarang banyak sekali produk kecantikan dan kosmetik bertebaran di media sosial. Ada yang halal ada pula yang tidak memiliki ijin halal. Nah, buat kamu yang memiliki passion di bidang kecantikan dan memiliki produk kosmetik halal, bisa menjualnya. 

Sekarang kosmetik tidak sekedar menarik bagi kaum hawa. Menarik pula untuk kaum adam lo. Bentuk kosmetik tidak melulu berbentuk bedak, pelembab wajah atau parfum. Termasuk juga deodorant dan dan pelembab wajah khusus cowok sekarang mulai bermunculan. 

3. UMKM Makanan Dan Minuman 

Jika menjalankan bisnis berbasis syariah di bidang kosmetika dan pakaian terlalu besar. Kamu bisa mencoba menjalankan bisnis UMKM Makanan dan minuman. Tentu saja ini lebih memungkinkan bagi pebisnis yang masih pemula. 

Dari segi modal pun memungkinkan bisa direalisasikan. Apalagi buat kamu yang memiliki keterampilan memasak dan membuat cemilan, maka usaha dibidang makanan dan minuman sangat terbuka lebar. Cukup memoles sedikit terkait strategi marketing, semuanya akan lancar. 

4. Biro Haji Dan Umroh 

Biro haji dan umroh juga menjadi salah satu yang bisa dijadikan contoh. Mayoritas keyakinan di Indonesia muslim, mendorong kesadaran pentingnya naik haji. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat yang mencari biro haji dan umroh untuk keberangkatan haji mereka. 

5. Jual Beli Dengan Prinsip Syariah

Contohnya sebenarnya ada banyak, salah satunya adalah masalah jual beli dengan prinsip syariah. Apakah ada ketentuan penjualan yang harus dijual? Jawabannya tidak ada. Apapun bisa dijual, asalkan system dan Anda sebagai pemilik usaha jujur, amanah dan bertanggung jawab dalam menjalankannya. Prinsipnya, menjalankan usaha secara syariah mengacu pada aturan dan ketentuan yang disunnahkan oleh Allah Swt. 

Posting Komentar untuk "Pengertian Bisnis Konvensional dan Syariah serta Contohnya"