Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menurunkan dan Menaikkan Kelembaban Mesin Tetas Telur

Cara Menurunkan dan Menaikkan Kelembaban Mesin Tetas Telur

Bagi anda yang pemula dalam menetaskan telur, harus mengetahui tingkat kelembaban suhu ideal pada mesin tetas anda. Mengetahui cara untuk menurunkan dan menaikkan kelembaban didalam mesin penetas telur akan meningkatkan keberhasilan anda dalam menetaskan telur.

Sebelum kita membahas lebih jauh, kita harus paham terlebih dahulu apa itu kelembaban? apa pengaruhnya terhadap telur yang akan kita tetaskan, nah mari kita belajar bersama untuk membahas masalah ini.

Apa Itu Kelembaban Udara?

Kelembaban Udara adalah kandungan uap air yang ada didalam udara, apakah itu didalam ruangan ataupun di luar ruangan, pasti terdapat kelembaban. 

Suhu Kelembaban sendiri memiliki sifat yang bertentangan dengan suhu temperatur udara, jika suhu kelembaban di suatu ruangan tinggi maka temperatur suhu akan rendah. Begitu pula sebaliknya, jika suhu kelembaban rendah maka temperatur udara akan tinggi.

Higrometer Pengukur Kelembaban

Higrometer adalah sejenis alat untuk mengukur tingkat kelembapan pada suatu tempat. Biasanya digunakan pada mesin penetas telur untuk mengukur kelembaban udara pada mesin tetas <inkubator>

Hal ini berlaku pada mesin tetas kita, disaat suhu naik, maka kelembaban akan turun atau saat suhu turun maka kelembaban akan naik.

Dampak Kelembaban Terlalu Tinggi atau Rendah pada Telur Tetas

komposisi kandungan telur

Sebagai pemula dalam menetaskan telur, anda harus paham efek dari tingginya kelembaban ataupun kurangnya kelembaban saat kita akan menetaskan telur pada mesin penetas. Apa sajakah dampak yang ditimbulkan :

1. Jika KelembabanTerlalu Rendah

Pada dasarnya telur memiliki kandungan air hampir 70% dan sisanya adalah udara dan cangkang telur. Saat anda menetaskan telur dengan mesin Inkubator dengan suhu panas tertentu, pastinya kadar air pada telur akan berkurang, inilah dinamakan kelembaban rendah.

Jika anda biarkan hal ini terjadi terus, maka kadar air pada telur akan semakin berkurang, dan ini akan membuat embrio kekeringan, sehingga menimbulkan kematian pada embrio sebelum menetas.

2. Jika Kelembaban Terlalu Tinggi

Ini kebalikan dari yang pertama, jika kelembaban terlalu tinggi pada mesin penetas, maka embrio yang mulai tumbuh akan mati tenggelam karena kadar air yang terlalu banyak. 
 
Kelembaban yang terlalu tinggi akan anda ketahui saat telur anda seperti berkeringat, mengandung uap air pada cangkang telur. Nah, inilah yang menandakan telur anda kelebihan kelembaban.

Jadi, apakah itu terlalu rendah atau tinggi sama saja akan membuat anda gagal dalam menetaskan telur didalam inkubator. Untuk itu, anda harus paham tingkat kelembaban yang ideal untuk menetaskan telur anda.

Tips Menurunkan dan Menaikkan Kelembaban Pada Mesin Penetas Telur

Apabila anda memiliki mesin tetas yang harganya mahal yang telah dilengkapi alat untuk mendeteksi kelembaban, dan akan otomatis menyeimbangkannya. Maka anda tidak susah payah untuk melakukan hal ini,
 
Berbeda bagi anda yang mempunyai mesin tetas yang masih manual dalam mengatur kelembaban, saya akan membagikan tips dalam mengatur tingkat kelembaban mesin tetas anda.
 
Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam membuat kelembaban agar tetap ideal, seperti :
  1. Lubang Ventilasi pada mesin tetas
  2. Nampan tempat air
Agar anda mengetahui suhu kelembaban di mesin tetas, sebaiknya anda memasang alat higrometer pada mesin tetas anda. Pantau dan Jaga suhu agar dikisaran 55% - 60% jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah. Apa yang dilakukan apabila kelembaban terlalu tinggi atau rendah?

Saat Kelembaban Terlalu Tinggi

  • Saat kelembaban terlalu tinggi anda dapat menurunkannya dengan cara menutup lubang ventilasi pada mesin tetas anda.
  • Atau anda juga dapat mengurangi volume air didalam mesin tetas.

Saat Kelembaban terlalu Rendah

  • Anda dapat menambah jumlah lubang ventilasi pada mesin tetas anda, untuk menaikkan kelembaban udara didalam mesin tetas.
  • atau anda juga dapat menambah volume air di dalam mesin inkubator anda.
  • Anda juga bisa menambah kain basah atau spon basah.

Suhu Kelembaban Ideal Untuk menetaskan Telur Ayam / Bebek

  • Untuk menetaskan telur ayam kampung, petelur, pedaging atau burung puyuh, di butuhkan suhu kelembaban normal yaitu antara 55% - 60%, suhu ini adalah yang paling ideal karena cangkangnya tipis.
  • Berbeda dengan bebek atau entok yang memiliki cangkang lebih tebal, idealnya suhu untuk menetaskannya adalah kisaran 75 - 80%.

Jarak air dan Lampu dengan telur pada mesin penetas

Jarak antara air dengan telur pada mesin tetas, merupakan yang paling banyak dipertanyakan para pemula dalam membuat mesin tetas, nah untuk saran saya, jarak yang ideal adalah 15 cm. Mungkin ada yang berbeda pendapat untuk ini, anda dapat mencari materi yang berbeda dengan saya.
 

Dampak Kelembaban Pada Penetasan Telur Yang Kurang Optimal 

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari kurang optimalnya suhu kelembaban pada mesin tetas :
  1. Telur menjadi kering dan menyebabkan embrio / calon anak ayam mati.
  2. Terlalu tinggi kelembaban akan menyebabkan telur kelebihan kadar air, sehingga embrio mati tenggelam
  3. Cangkang telur menjadi keras karena kekurangan kelembaban, sehingga anak ayam susah untuk keluar dan akhirnya mati saat penetasan
  4. Menyebabkan Cacat pada anak ayam, paruh bengkok.
  5. Menyebabkan mata lengket pada cangkang dan bisa menyebabkan ayam buta atau terganggu penglihatannya
  6. Anak ayam bisa memiliki ukuran kecil
  7. Anak ayam bisa menetas sebelum waktunya, dan akhirnya akan mati
  8. Anak Ayam akan gagal menetas pada inkubator
Nah, mungkin sampai disini pembahasan saya kali ini tentang tips Cara Menurunkan dan Menaikkan Kelembaban Mesin Tetas Telur. Semoga bermanfaat dan bisa anda terapkan dirumah..