Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manfaat dan Pentingnya Belajar Komunikasi Yang Baik

Manfaat dan Pentingnya Belajar Komunikasi Yang Baik

Manfaat dan Pentingnya Belajar Komunikasi Yang Baik Dalam masyarakat adalah untuk tersampaikannya pesan kepada orang yang akan menerima informasi. Dengan komunikasi yang baik, akan mudah tersampaikannya informasi dengan baik pula.

Belajar Ilmu Komunikasi memiliki banyak keuntungan serta manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sosial masyarakat. Komunikasi memegang peran penting dalam kehidupan manusia baik dalam sosial ataupun pribadi.

Karena itu mempelajari teori komunikasi dan penerapannya sangat penting bagi kita. Komunikasi yang efektif dapat membantu kita memecahkan permasalahan yang ada dalam kehidupan sosial, profesional, dan pribadi serta dalam memperbaiki hubungan bermasyarakat.

Banyak masalah yang terjadi didalam kehidupan sosial disebabkan oleh kegagalan dalam berkomunikasi seperti konflik politik, konflik artis, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, semakin seseorang menarik diri dari komunikasi, semakin dia tidak bisa berkomunikasi, sehingga orang tersebut tidak dapat memiliki relasi yang baik dengan sesama manusia. 

Kemudian banyak sekali keuntungan yang didapat saat kita belajar ilmu komunikasi seperti, dapat berkomunikasi dengan efektif, agar tidak salah persepsi, dan agar mendapatkan banyak relasi.

Selain itu, didalam dunia kerja keterampilan dalam berkomunikasi sangat dibutuhkan dan jarang sekali dimiliki oleh setiap orang. Itulah mengapa ilmu komunikasi sangat penting untuk kita pelajari

Kemudian Ilmu Komunikasi juga mempunyai definisi yaitu  situasi-situasi yang memungkinkan seseorang untuk menstramisikan suatu pesan kepada penerima secara sadar untuk mempengaruhi penerima. Kemudian ada beberapa definisi komunikasi menurut para ahli seperti menurut Frank Dance, Infante, Little John, Wenburg dan Wilmot.

Manfaat dan Pentingnya belajar Berkomunikasi yang Baik

Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat dianjurkan untuk berkomunikasi yang baik. Dengan adanya komunikasi yang baik, maka informasi yang akan kita sampaikan akan diterima dan mudah dimengerti pula.

Menurut Frank Dance komunikasi dibagi menjadi 3 dimensi konseptual yaitu :

Level of observation

  • Terdapat tingkatan definisinya yang sangat abstrak dan sangat sempit. Sangat abstrak yang umum, sedangkan yang sangat sempit komunikasi yang mempengaruhi orang lain untuk apa.

Intentionality

  • Komunikasi ditinjau dari pesan yang sengaja atau tidak sengaja.

Normatif atau Goal Oriented

  • Komunikasi yang mempunyai tujuan, dan tujuannya adalah berhasil dalam menyampaikan pesan.

1. Menurut Little John
  • Komunikasi pasti dibuat secara sengaja.
  • Komunikasi memiliki makna, seperti makna dalam simbol.
  • Komunikasi selalu melibatkan orang lain. Minimal melibatkan dua orang dalam berkomunikasi.

2. Menurut Infante
  • Komunikasi secara simbolik.
  • Komunikasi mempunyai tujuan atau hakekat intentional.
  • Komunikasi selalu direncanakan atau planned behavior.
  • Komunikasi saling terkait tentang makna atau hakekat transaksional.

3. Menurut Wenburg dan Wilmot
  • Komunikasi memiliki 3 pemahaman yaitu
  • Komunikasi sebagai tindakan satu arah.
  • Komunikasi sebagai proses interaksi.
  • Komunikasi sebagai proses transaksional atau humanistik.
  • Karena setiap masing masing individu bisa menyimbolkan makna secara unik.  

Oleh karena itu, dengan belajar ilmu komunikasi maka kita dapat menyatakan pikiran atau perasaan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa atau simbol sebagai alat penyalurnya secara efektif dan komunikatif.

Komunikasi memiliki 3 pemahaman yaitu

  1. Komunikasi sebagai tindakan satu arah.
  2. Komunikasi sebagai proses interaksi.
  3. Komunikasi sebagai proses transaksional atau humanistik.
Karena setiap masing masing individu bisa menyimbolkan makna secara unik. Oleh karena itu, dengan belajar ilmu komunikasi maka kita dapat menyatakan pikiran atau perasaan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa atau simbol sebagai alat penyalurnya secara efektif dan komunikatif.

Teknik Berkomunikasi yang Baik

Sebagai makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain maka komunikasi adalah salah satu sarana untuk terkoneksi dengan orang sekeliling kita. Ada komunikasi yang bersifat verbal dan ada pula yang bersifat non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang terjadi dengan berbicara pada orang lain sedangkan non verbal adalah komunikasi yang terjadi melalui perantara atau media. 

Dalam komunikasi verbal maka sangat penting untuk bisa menyusun kata-kata yang keluar dari mulut kita menjadi sebuah informasi yang dapat dimengerti, berguna dan menarik bagi orang lain. Komunikasi yang jelas akan membuat orang lain memperhatikan dan menghargai apa yang kita bicarakan. 

Teknik berkomunikasi/bicara yang baik tentu akan diperlukan terutama bagi orang-orang yang bekerja dengan menggunakan keahlian berkomunikasi. Ada beberapa hal yang menjadi prinsip teknik berkomunikasi/bicara yang baik :

1. Berbicara efektif
Berbicara efektif artinya tidak bertele-tele, tidak berputar-putar untuk menyampaikan suatu poin pembicaraan. Cepat, tepat, lugas dan dapat dimengerti oleh lawan bicara kita. Berbicara efektif membuat lawan bicara kita akan fokus pada setiap hal yang kita sampaikan dan dapat mempengaruhi langsung ke dalam pikirannya.

2. Berbicara penuh motivasi
Komunikasi yang terjalin dan sampai kepada lawan bicara haruslah yang bersifat mendorong. Hal ini terlebih ketika yang berbicara adalah orang yang memiliki jabatan lebih tinggi daripada lawan bicaranya, seperti bos kepada anak buahnya. Motivasi yang dimaksud adalah adanya dorongan/penyemangat dalam kata-kata yang diucapkan agar lawan bicara tergerak untuk melakukan sesuatu dengan baik dan sungguh-sungguh berdasarkan pengarahan yang sudah diberikan.

3. Berbicara untuk mendapat perhatian
Pembicaraan yang membosankan dan bertele-tele tentu akan membuat lawan bicara atau pendengar mengabaikan kata-kata kita. Dalam teknik berkomunikasi/bicara perlu diperhatikan tema/materi yang akan kita sampaikan pada lawan bicara agar membuat mereka tetap fokus dengan kita. Ada baiknya untuk memperhatikan siapa lawan bicara kita agar materi yang kita sampaikan tepat sasaran, selain itu usahakan penyampaiannya dilakukan dengan gaya yang menarik. Temukan materi yang belum pernah pendengar tahu dan selipkan hal-hal unik untuk menarik perhatian lawan bicara.

4. Berbicara melalu keinderaan
Agar tema/materi yang kita sampaikan meninggalkan bekas dalam pikiran lawan bicara maka kita bisa menguatkan komunikasi kita dengan ekspresi indera yang meyakinkan. Gerak tangan, tatapan mata, senyuman, atau kernyitan dahi akan menambah kesan tentang tema yang kita sampaikan. Hal ini juga agar lawan bicara mengerti bahwa tema yang kita bicarakan adalah hal yang penting dan patut untuk didengar.

Untuk belajar tentang ilmu komunikasi anda dapat mengunjungi ke catatansibray, banyak informasi yang menarik disana.