Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinopsis Buku Tersesat di Belantara Pendidikan

Sinopsis Buku Tersesat di Belantara Pendidikan
Rp. 50.000,-

Menjadi seorang guru memang mudah. Namun, menjadi seorang guru yang profesional, dihormati sekaligus dirindui tak semudah yang kita bayangkan

Guru mempunyai multi peran dalam membentuk kepribadian anak-anak didiknya. Seorang guru akan memerankan menjadi orang tua dan juga seorang pemimpin yang menjaga keadilan sosial dalam perbaikan atau seorang pemimpin yang menjaga keadilan sosial dalam perbaikan atau seorang polisi dalam menegakkan hukum.

Semua itu harus dijalankan selaras oleh seorang guru, untuk itu kali ini saya akan membagikan kepada anda semua guru-guru dimanapun yang telah bersusah payah mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan. 

Telah hadirnya sebuah buku yang berjudul "Tersesat di Belantara Pendidikan" yang akan menjawab semua pengalaman menjadi seorang guru.


Sinopsis Buku Tersesat di Belantara Pendidikan

Sedari kecil penulis memiliki cita-cita ingin menjadi wartawan, atau guide, dan polwan (ingin ikut jejak sang ayah, Polisi yang memiliki hobi menulis). Ternyata nasib membawanya ke dunia pendidikan, bertolak belakang dari keinginan semula. Tahun-tahun pertama mengajar sungguh merupakan beban, masuk kelas tak jarang hanya sekedar melepas tanggung jawab sebagai seorang guru. Namun, setelah melalui berbagai peristiwa yang sangat menggugah nurani, akhirnya jatuh cinta pada dunia pendidikan dengan segala hiruk-pikuknya, dari beban malah jadi nyaman.

Beragam kisah unik dan mengharukan dirangkum dalam buku berjudul “Tersesat di Belantara Pendidikan”. Karakteristik siswa yang keras sesuai kultur bumi Kualuh membuat penulis harus menggunakan berbagai strategi dan pendekatan dalam mengajar. Di sela kegiatan mengajar, penulis berinteraksi dengan siswa melalui kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler seni, puisi, sehinga tak jarang harus pulang lebih sore ketika ada event-event tertentu. Maka, lewat kegiatan seperti inilah penulis merangkul anak-didiknya sehingga yang tadinya betah di jalanan akhirnya kembali ke rumah.

Bagi guru yang masih membutuhkan motivasi dan inspirasi supaya benar-benar mampu menjejakkan kaki dengan baik di dunia pendidikan, maka salah satu buku yang wajib dibaca. Buku ini membuka mata kita, bahwa susungguhnya kejujuran, keterbukaan, dan kedekatan dengan siswa sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa sehingga akan menempatkan adab di atas ilmu. Semoga pengalaman penulis selama mengabdi di SMA Negeri 1 Kualuh Selatan dan SMA Muhammadiyah 9 Kualuh Hulu yang di tuang dalam buku ini bermanfaat bagi kita semua. Jangan pernah berhenti berkarya duhai guru pembangun insan cendekia walau onak dan duri selalu mengintai. Jadilah suluh dalam kegelapan, jadi embun penyejuk dalam kehausan, sebab guru adalah patriot pahlawan bangsa dengan seribu tanda jasa.


Biodata Penulis

masitah naiggolan

Chrisma Juita Nainggolan, lahir di Simalungun, 24 Desember 1968, merupakan anak ke- 10 dari 15 Bersaudara. Sang ayah yang seorang polisi, mewariskan bakat menulis kepada putrinya dengan cara menuturkan kembali dongeng-dongeng usai makan malam. Di usia 14 Tahun, cerpennya berjudul “Si Bengal Pengembala” terbit di Koran SIB (Koran Lokal Sumatera Utara). Alumni IKIP Negeri Medan (UNIMED) tahun 1992 ini mengabdi sebagai guru Ekonomi di SMA Negeri 1 Kualuh Selatan dan SMA Muhammadiyah 9 Kualuh Hulu.

Beberapa kali memenangkan lomba menulis tingkat Provinsi dan Kabupaten, juga aktif menulis di Koran Medan Bisnis Daily, serta aktif membimbing siswa di bidang seni dan olimpiade. Hobinya pada berbagai jenis kegiatan seperti seni, volli, berpetualang, membuatnya lebih sering berinteraksi dengan siswa dan anak-anak muda milenial. Jika ingin mengenal lebih dekat dengan sosok penulis, silahkan kepoin akun facebook Masitah Nainggolan, beliau juga dapat dihubungi di e-mail : masitahnainggolanraj@gmail.com.


Donasi dari Hasil Penjualan Buku

25% pendapatan dari penjualan buku ini akan didonasikan untuk membantu pembangunan Mushollah di daerah terpencil, Habinsaran, Sidikalang, dll (ada 24 sekolah). Selain itu 25% diperuntukkan buat siswa yg tergolong Dhuafa.

"Sedikit kisah tentang anak kls X di kelas penulis saat ini, ayah dan ibunya telah memilih jalan masing-masing, sejak dia kecil. Maka mulai kls 6 SD dia menjadi tulang punggung, menghidupi nenek dan adeknya. Kemarin, dia terkena musibah dengan membeli hp ilegal seharga 1,2 untuk keperluan belajar daring. Akhirnya hp disita, dan uang tidak kembali. Anak tersebut setiap hari ke sekolah berjalan kaki, Subhanallah dialah 1 diantara anak laki-laki yang ikhlas potong rambut ala TNI untuk pas foto raport".

Sungguh lebih berat kami membimbing siswa di masa pandemi, karena tidak boleh tatap muka. Inilah yang menginspirasi penulis untuk mendonasikan sebagian dari hasil penjualan bukunya.

Apabila anda membeli buku ini, setidaknya ada 2 manfaat yang akan anda dapatkan.

  1. Mendapatkan pengetahuan dan motivasi baru di dunia pendidikan di kala menjadi seorang guru.
  2. Sebagai amal ibadah karena telah membeli buku ini untuk donasi pembangunan Mushollah dan bantuan siswa tidak mampu.
Jika anda tertarik untuk membeli buku ini, maka dapat menghubungi nomor ini : 0823 6346 3535. WA Only