Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Kesenian Bordah Kualuh Melayu

Alat musik yang digunakan pada kesenian bordah ini adalah rubano. Rubano berbentuk bulat dan menghasilkan suara yang indah ketika dipukul dan dimainkan. Biasanya jumlah rubano yang digunakan pada saat kesenian bordah sesuai dengan jumlah pemain bordah itu sendiri. Kesenian bordah dilaksanakan satu hari sebelum resepsi pernikahan. Masyarakat Melayu sebelum melaksanakan pernikahan biasanya menggunaan inai, lalu diadakan kenduri, tepung tawar, kemudian pelaksanaan ijab qabul dan dilanjutkan dengan upah-upah, itu semua termasuk dalam kesenian bordah. Awalnya kesenian bordah dilakukan pada sore hari sebelum kenduri setelah pengantin memasang inai diseluruh jari-jarinya, baik kaki atau tangan. Tahap Amintadja dimulai pada saat sore hari. Setelah amintadja dilantunkan, maka dilaksanakan kenduri pada malam hari setelah maghrib. Setelah kenduri selesai, bordah bisa dilanjutkan dengan tahap selanjutnya yaitu, Malimbiro, Astaghfir, Muhammadon, dan Fainnafa. Pada tahap keenam yaitu Yaumun, tabuhan rubano semakin menambah suasana kemeriahan acara tersebut. Ketika sampai dirumah pengantin perempuan, penari bordah bergabung dan memberi salam kepada kedua pengantin.

Rubano Rebana Bordah Kualuh Melayu

Penari bordah duduk dan dilanjutkan dengan permainan rubano oleh anggota bordah. Tahap demi tahap dilaksanakan oleh anggota bordah seperti Zaat dan Tabarok. Setiap tahap diawali dengan senandong yang lambat hingga lama-kelamaan pemain bordah bersenandong semakin cepat hingga mamuncak tahap tersebut selesai. Tahap akhir yaitu Damat para penari mengambil bunga dan menari dihadapan kedua pengantin dengan gerakan-gerakan gubang. Menurut adatnya, penari yang menari adalah tulang dari pihak pengantin perempuan. Sebelum menari keluarga yang membuat hajat memberi tepak sirih kepada adik laki-lakinya untuk meminta membuka tarian pada awal damat sebagai lambang terima kasih dan penghargaan kepada tulang atau incek. Gerakan tersebut diawali dengan salam hormat dan dilanjutkan dengan gerakan silat tarik. Para penari tidak boleh membelakangi pengantin. Alur gerak yang dilakukan memutar setengah lingkaran lalu mundur dan kemudian mengahadap pengantin. Gerakan tersebut terus berulang dilakukan sampai selesai. Setiap akhir dari tahap yang ingin diselesaikan oleh pemain bordah, permainan rubano dilakukan semakin cepat dan ditambah dengan gerakan tari yang semakin lincah. Penari membawa sebuah bunga untuk dipersembahkan kepada kedua pengantin.

Bunga yang dibawa penari bordah sering disebut dengan salabayung. Bunga tersebut sebagai hadiah bagi kedua pengantin yang menjadi raja dan ratu sehari. Mereka menari dan menghibur pengantin dengan gerak silat, dan kelincahan serta ketangkasan, gerakan tersebut membuat suasana kemeriahan dan kebahagiaan kedua pengantin dan keluarga semakin terasa. Kemudian setelah beberapa saat para penari meletakkan bunga tersebut didepan pengantin, lalu penari mengambil beras dan menyebar beras. Bagi siapa yang terkena lemparan beras tersebut maka orang tersebut wajib baginya untuk menari di hadapan pengantin dan menggunakan salabayung yang diletakkan sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai tanda restu dan begitu seterusnya hingga kebahagiaan terasa pada acara resepsi perkawinan tersebut. Beberapa keluarga berharap tidak mendapatkan bunga dari penari agar tidak ikut menari. Namun, baik yang muda maupun yang tua wajib mendapatkan bunga tersebut, mereka asik menari dan bercanda gurau sambil mengikuti irama tabuhan rubano dan lantunan senandong yang dibawakan pemain bordah sampai puncak damat bordah selesai. Setelah selesai maka dilanjutkan dengan tepung tawar. Keesokan harinya bisa diadakan ijab qabul dan resepsi pernikahan.

Pada keesokan harinya setelah kedua pengantin selesai melaksankan ijab qabul, kesenian bordah kembali dilaksankan tetapi biasanya hanya 4-5 judul senandong yang dilantunkan. Anggota bordah terbagi menjadi dua kelompok untuk melakukan pengarakan pengantin laki-laki menuju kepelaminan. Sebagian anggota  bordah membawa atau mengarak pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan dan melaksanakan tahap-tahap yang ada pada kesenian bordah. Semua anggota bordah menggunakan pakaian khas melayu yang sering disebut teluk belanga dipadukan dengan kain songket yang indah yang digunakan di pinggang dan mengenakan peci sebagai ciri khas suku Melayu. Pemain bordah tersebut membawa rubano berjalan sambil melantunkan senandong dari surat Al-barjanji.

Daya tarik kesenian ini adalah lirik syair yang dinyanyikan. Tarian yang terdapat pada kesenian ini semakin menambah keindahan bordah. Gerakan tarian juga menggambarkan suasana sukacita suatu pesta, didalamnya juga terlihat nilai agama yang sangat tinggi. Pada acara perkawinan, seni bordah sering dipertunjukkan sebagai pengungkapan rasa syukur keluarga kepada Tuhan. Kesenian bordah dipertunjukkan sebelum akad pernikahan dimulai pada hari yang sama dan dilaksanakan ketika malam hari. Pemain seni bordah menjemput mempelai laki-laki menuju rumah mempelai perempuan dengan gemuruh rubano dan penampilan silat mundur yang dilakukan oleh penari bordah.

Jika mempelai laki-laki berasal dari luar daerah maka, penempatan rumah untuk menjemput mempelai laki-laki bisa ditempatkan di rumah sanak saudara yang berdekatan dengan rumah perempuan. Pembacaan syair dan lirik seni bordah mulai dilakukan dan dilanjutkan dengan tarian berbentuk gerakan-gerakan memuncak yang mengajak keluarga mempelai untuk menari bersama hingga akhirnya acara tersebut selesai dengan pemberian salam kehormatan kepada keluarga. Kesenian bordah ini memiliki sejuta pesan ketika disampaikan pada orang lain, kesenian bordah ini berperan penting dalam setiap upacara perkawinan Melayu, acara tidak akan sempurna apabila, acara tersebut tidak terdapat kesenian bordah dalam upacara adat perkawinan Melayu Kualuh Selatan dan Kualuh Hilir.

Tahapan pelaksanaan kesenian bordah yang harus dijalani agar kesenian bordah ini lebih sempurna, adalah;

  • Amintadja (memiliki pengertian dengan pangkal kaji, awal dari tahap bordah, pada tahap ini hanya syair yang dimainkan).
  • Malimbiro (memiliki pengertian berpangkas atau memangkas dan merapikan rambut, tahap kedua pada kesenian bordah, pada tahap kedua ini hanya syair yang dimainkan).
  • Astaghfir (tahap ketiga pada kesenian bordah, pada tahap ini hanya syair yang dimainkan).
  • Muhammadon  (tahap keempat pada kesenian bordah, pada tahap ini hanya syair yang dimainkan).
  • Fainnafa (tahap kelima dalam seni bordah, ini adalah tahap tersulit dalam bordah, pada tahap ini hanya syair yang digunakan).
  • Yaumun (memiliki pengertian ungkapan nabi, pada tahap keenam ini digunakan pada saat mengarak, dan pada saat mengarak dilakukan gerakan-gerakan silat, ditahap inilah terdapat gerak tari silat).
  • Zaat (tahap ketujuh pada kesenian bordah, pada tahap  ini hanya syair yang dimainkan).
  • Tabarok (tahap kedelapan pada kesenian bordah, pada tahap ini hanya syair yang dimainkan).
  • Damat (pada tahap terakhir ini, disinilah para penari mulai melakukan gerak tari, gerak tari tersebut dinamakan gubang).

Terlihat  jelas bahwa ada perbedaan dari setiap tahap yang dijalani pada kesenian bordah. Ada yang hanya menggunakan syair dan ada juga yang menggunakan syair dan gerak tari contohnya pada tahap yaumun dan damat. Dibawah ini adalah kejelasan dari setiap tahap yang ada dalam kesenian bordah.

1. Amintadja

Amintadja adalah judul senandong pertama yang dibawakan dalam kesenian bordah. Amintadja memiliki pengertian yaitu pangkal kaji. Pangkal kaji adalah  awal atau pembukaan. Biasanya Amintadja dilaksanakan sore hari sebelum diadakannya kenduri atau sering disebut mendudukan kerja. Adapun syair yang disenandungkan pada tahap kesenian bordah yang berjudul Amintadja adalah :
  • Amintadjakkurijii ronimbidji salam
  • Mazajta dam’anjaroomimmaqulatinn bidamiamhabbatirrii’ umintilqoo ‘ikajima
  • Waaumadalbarqu fijjolmi’i minidomi famalianika ingkultakfufuhama
  • Wamaaliqolbika ingkul tastafiq yahimiayah sabussobbu anna’hubbamungkatih
  • Mabainamunsojimimminhuwa nudrimilaula
  • Walaariktalidjikrilbaami wal’alamifakaifa tungkiruhub bamba’damaat samida
  • Bii’alaikauduuludam ‘iwassaqami waatsa batal wajdu ghottoi’abrotingwwadona
  • Mitslulbamari’alaa ghoddoika wa’anama na’amsaroo taifuman’ahwaafaarrokani
  • Wa’hubbuya’tari dulla daajata bil’alami yaalaa’imii`wilmahal’ udjriima’adjiro
  • Minniilaika walauanshofia lamtalumi’ adatkahaliya lasirriibimustatir
  • ‘ani’wusyaati walada‘iibimunhasimi muhad taninus’alakillastu asma’u
  • Innalumibba‘anilmuddjali fiisoma miinnitta hamtu nasii’assayaibifii’adjalii
  • Wassayaibu ab’adfiinus ‘inn ‘anittufamifainna ammarotii bissuw ‘imaatta’adjoh
  • Minjahlihaa binad jiiris syaibi wamaharomiwalaa a’ddatminalfi ’liljamiilikiroo
  • Doifinn alamma biro‘sii ghoiro muhtasya amilaukunta a’lamuanniimaa uwakkiruh
  • Katamtusirro badaliiminhubilkatami.

Pelantunan syair ini menggunakan alat musik rubano. Pukulan rubano tersebut ada 4 peralihan yaitu pelan, sedang, cepat, pelan. Pada tahap seni bordah yang berjudul amintadja ini rubano dipukul kedalam.

2. Malimbiro

Malimbiro adalah judul senandong kedua yang dibawakan dalam kesenian bordah. Malimbiro memiliki pengertian berpangkas atau memangkas dan merapikan rambut Berpangkas maksudnya adalah kegiatan yang dilakukan sebelum khatam kaji (tamat
Al-Qur’an). Adapun syair yang disenandongkan pada tahap ini yang berjudul malimbiro adalah;
  • Malimbiroddijimaa ‘imminghuwayatih
  • Kamaasyuroddujimaahulghoili illujumi falaata rumbilma’ aasiikasrosyahwatih
  • Innajjo’aama yukow wii syah watannahimi wannafsu kassifiliinntauhmilhu syabba’aa
  • Hubbirrodi’I waintaftimhu yamfatimitfasrif hawahaa djirantuwalliyah
  • Innalhawaa maa tawallaa yusmi auyasimiwaroo i’ihaawahya fil’a’malisaa ‘imah
  • Wainhiyastahlatil ar’aa falaa tusimikam hasanat laddatallilmar’ikoo tilah
  • Minhaitsu lamyad riannassamma fiddasmi wahyaddasaa ‘isaminjuu ‘ingwwaminsyiba
  • Farubbi mughamasotinn syarrummin nattughoma wastafrighidda ‘amin ’aining kodimatala
  • Minalma rimiwalzam hiyatannadami waghoo liftinnafsa wassayaitoonawa’sihi
  • Wain humaa mahadhoo kannus’a faattahimi walaatuti’ manhummaghosmawwala haka
  • Faanta ta’ri fukaidal ghosmiwalhakami

Pelantunan syair-syair ini menggunakan alat musik rubano. Dalam pemukulan rubano tersebut ada 4 peralihan yaitu pelan, sedang, cepat, dan pelan.

3. Astaghfir

Astaghfir adalah judul senandong yang ketiga yang dibawakan dalam kesenian bordah. Adapun syair yang terkandung dalam Astaghfir adalah;
  • Astagfirullah mingkoulimbila ‘amal
  • Laqadnasabtu bihiinas lallidjii ‘uqumi amartukal ghoirookimma’tamartabih
  • Wamastaqomtu famaaqoulii lakastimi walaa tazawwadtuqoblalmau tinaa filih
  • Walamusulillisiwaa fardiwwalam asumijolamtu sunnataman ahyajjolamail
  • Innasy takatqodamaa muddjurromingwaromi wasyaddaminsaqgobinahsya’ahumatowa
  • Tahtalmijaa rotikasy hammutro fal’adamiwaroo wadathul jibaalussyummin djahab
  • Waakkadatruhdatruhda hufiihaa doruurotuh
  • Innaddoruu rotalataa’duu alal’isomi wakaifa tad’uu iladdunyaadoruu rotuma
  • Laulahu lamtaghru jiddunyaa minal’adam

4. Muhammadon

Muhammadon adalah judul senandong yang keempat yang dibawakan dalam kesenian bordah. Syair-syair yang terkandung pada Muhammadon adalah;

  • Muhammaddun sayyidulkaunaini watssakolain Walfariqoini min’urbiwwamin ajami nabiyyunalaa mirunna hi fala ahad Abarrofi qoulila minhu walana’ami huwalhabibulladjii turjaa tsafaa atuh Likulli huwalimminal ahwalimqthami da’aa illahi falmustamsikuu nabih Mustahsikuu nabihablinn ghoiri mumfasihi fakonnabiyyinawi gholqiwafii ghuluq.
  • Walamyudanuu hufii ilminwalaa karomi wakulluhammirr sounlillahi multahis
  • Ghorfamminalbahri awrotsfamminaddiyami wawaqifuu naladaihi indahaddihim Minnuqtotililimi awmintsalatilhikami fahwalladiji tammama’na huwasuu rotuh Summastofaahu habiban baariunnasami munadjahun ‘ansyarii kimmfii mahaa sani
  • Fajauharulhusnafii highoirulmungkosimi da’mad da’adhun nasoo roo fiin nabiyyihim
  • Wahkumbimaa syiktamahdam fiihi wahtakimi fansub ilaadja tihiimasyiktaminsyarof
  • Wansub ilaa_qodrihii maasiktaminijom

Pelantunan syair-syair muhammadon menggunakan rubano tersebut terdapat 4 peralihan yaitu pelan, sedang, cepat dan pelan.

5. Fainnafa

Fainnafa adalah judul senandong yang kelima yang dibawakan dalam kesenian bordah. Fainnafa ini adalah syair tersulit dari pada judul-judul senandong lainnya. Hal ini hanya pelaku bordah yang pertama yang bisa menghapal syair dan permainan rubano pada judul tersebut. Adapun syair yang terkandung dalam Fainnafa;

  • Fainnafadla rosulillahi laiisala
  • Haddum fayukriba ‘anhunatikum bifami launa sabad’qod rohuu ayatuhu ijom
  • Ayhasmuhu hinayud a’darisarrimami lamyamtahinna bimaa taqyal ‘ukuu lubih
  • Hirson’alaiina falamnartabwalam nahimi a’yalwaroo fahmumaknaa hufalaysayur
  • Likurbi walabuqdimin hughoirumunfaihimi qasyamsi tajharuu lilaii nainiminbu’ud
  • So’ghi rotauwatukillud torfamin amami wakaifa yudriku fiddunya hakikotah
  • Qoumunniyaa muntsalau ‘anhubilhulumi famabb lahul ilmi fihii ‘annahuu basyar
  • Wa’annahuu qhoiru gholkillahi kullihim wakulluaa yinatar ruslul kiromubiha
  • Fainnafat tosalat minuu rihii bihimi fainnahu syamsu fadlinhum kawaa kibuha
  • Yujhirna ‘anwa rohaa linna sifid djulamiakrim bigho kiyabinidjaa nahu huluk
  • Bilghusni mustamilin bilbisrimut tasimi kazzahrifii tarofiuawal badrifii syarof
  • Walbaghrifii karomiuwaddah rifii himami ka’annahu wahuafar dumfii djalaa latih
  • Fii-askarin hii na talkohuwafi hasyami kaannamallu’lu’umaqnuu nufii sorof
  • Mimmaqdinai mantikimmin huwamub tasami laa tii ba ysqdilu turbandomma a’juma
  • Tuu baa limun tasikim minhuwamul tasimi abaa na mauliduhuu antibi unsure
  • Yaa tii bamubtadangim minhu wamun tatam

Dalam Fainnafa terdiri dari 3 peralihan rubano yaitu, pelan sedang, cepat.

6. Yaumun

Yaumun adalah judul senandong keenam yang dibawakan pada kesenian bordah. Senandong Yaumun yaitu sebagai ungkapan yang digunakan saat acara mengarak, baik mengarak pengantin maupun mengarak tamu terhormat pada saat ini. Adapun syair yang terkandung dalam Yaumun adalah;

  • Yaumuntafarrosa fii hill fursu’annahum.
  • Qodunziruu bihuluu lilbuq siwwanikomi wabaata ‘iiwa nukisroo wahuwamunsodi 
  • Kasyamliashaa bikisroo ghoiro multa’imi wanna rughuu midatulanfaa siminasaf’alaihi wannahrusaa hil’aini minsadami wasaa ‘asaa wata anghoo dotbuhairotuh
  • Waruddawariduhaa bilghoiji hiina jomii kaannabinnaa rimaa bilma’i minbalal
  • Hujnawwa bilmaa imaa binnaa rimindoromi waljinnu tahtifu walanwaa rusaa ti’ah
  • Walhaqqu yajharu mimmaqnawwamingkalimi ‘amuu wasomuu fai’laanul basya ‘irilam
  • Tusmaq wabaa riqohulinadjari lamtusyami mimba’dimaa aghbarolakwaa makaa hinuhum
  • Biannadii nahumulmu ‘wajjalam taqumi waba’damaa ‘aayanufilufuqimi syuhub
  • Mungkoddatawwafqaomaa filardimin sonami hatta ghoda’antoriikilwahyi manhazim
  • Minas syayaa tiini yaqfuu itsro nubhazimi kaannahum haroban abtolu abrohat
  • Aw a’askarumbilhasoo mirrohatayhi rumii nabdambihii ba’datasbii’in bibatnihim
  • Nabdjalmusabbi’i minahsyaa ‘imultaqihi

Yaumun memilik 4 peralihan yaitu pelan, sedang, cepat dan pelan. Perbedaan Yaumun dengan judul senandong lainnya adalah cara permainan rubano. Cara pemukulan rubano dengan di pukul keatas, sedangkan pada senandung lainnya di pukul kedalam.


7. Zaat

Zaat adalah judul senandong ketujuh yang dibawakan pada kesenian bordah. Adapun syair yang terkandung di dalamnya adalah;

  • Zaatlidaqwa tihilasyjaa rusuu jidah
  • Tamsyii ilaihi ‘alaa saa qimbilqodomi kaanamaa satorot satrollimaa katabat
  • Furuu’uhaa mimbadii’ilghotti fillakomi mitslulghomaa matiannaa saa rosaa‘iroh
  • Taqii hi harrowatii sillihaji ro hamii aqsamtu bilqomarilmiuntsuqqi annalah
  • Mingkolbihii nisbatammabruu rotalqosami wamaa hawalghoru minghoiwiriwwa mingkarom
  • Wakullutorfimminal kuffa ri’anhu ‘amii fassidqu filghoo riwassiddi qulamyarim
  • Wahumyakuu luu namaa bilghoo riminarimi jonnalhamaa mawajonnul‘ankabuta’ala
  • Ghoirilbariiyyati lamtasugh walamtahumi wiqoo yatullahi aghnat’ammudoo aghoh
  • Minadduruu‘iwa’an’aa limminalutumi maa saa manidduhru doymawwastajartubih
  • Illawaniltu jiwaromminhu lamyudomi walatamastu ghinaddororni miyyadih
  • Illastalamtunnadaa minghoyri mustalami laa tungkirilwahya mirruqyaa huinnalah
  • Qobann idjanaa matil’ainaa nilamyanahi fadjaka hii_nabuluu ghimminubuwwatih
  • Falaysa yungkoru fihi haalu muhtalimi

Syair yang terkandung dalam zaat terdiri dari 4 peralihan yaitu pelan, sedang, cepat pelan.


8. Tabarok

Tabarok adalah judul senandung yang kedelapan yang terdapat pada kesenian bordah. Adapun syair-syair yang terkandung dalam Tabarok adalah;

  • Tabarokallahumaa wahyumbihuktasab
  • Walannabiyyun ‘alaa ghoibimbimuttahami kam abroat wasibambillamsi rohatuh
  • Wa atlaqot aribamirribqo hillamahi waahyatis sanatassyahbaa ‘adaqwatuh
  • Hattaa hakatghurrotam filaqsuridduhumi bi’aa ridinjaa daawghiltal bitohabiih
  • Saybaminalyammi awsaylamminal ‘arihi da’aniwawas fiya aayaa tillahu joharot
  • Juhuu ronaa rilqiroo laylan ‘alaa alami wafaddurruyazda duhusnawwahuwa muntajim
  • Walaysa yangkusuqod ronghoiro muntajomi famaa tatoo wala aamaa lulmadii hilil
  • Maa fii hi mingkoro milaghlaqi wassyiysmia ayaa tuhqqimminarrohmaa nimuhdatsah
  • Qodii_matun siqoltumuu suufii bilqidomi lamtaqtarimizamaa niwwahya tughbirun ‘anilma’aa diwa’an ‘aadiwwa’aniroh

Syair-syair tersebut memiliki 2 peralihan yaitu pelan dan sedang. Hal ini yang membedakan tabarok dengan judul lainnya.

9. Damat

Damat adalah judul senandong yang terakhir yaitu sembilan yang dibawakan dalam kesenian bordah. Pada senandong ini pemain kesenian bordah mulai menari. Karena pada syair ini memang dikhususkan untuk menari. Senandong Damat juga salah satu judul senandong yang paling sering digunakan dalam pelaksanaan kesenian bordah. Syair yang terkandung didalamnya adalah;

  • Damatladaynaa fafaa qotkullamuqjizah
  • Minannabiyyii_na idj jaa ‘atwalamtadumi muhakka’ atumfamaayubqii na minsyubah
  • Lidjii syiqoo qiwwala yabghii na minhakami maa huu ribat qotta illa’aa daminharob
  • Aqdala’aa dii ilyamaa mulqiyassalami roddat balaa ghotumaa daqwaa mu’aa ridih
  • Roddalghoyuu riyadajaa nii ‘anilharomi lahaa ma’aaningkamawajilbahrifii madad
  • Wafauqojuu harihii filhusni walqiyami falaatu’addu walatuhsoo’ajaa ‘ibuh
  • Walaatusaa mu’alaliktsaa ribissa amiqorrot bihaa ‘aynuqoo rii haa faqultulah
  • Laqodjofir tabihablillahi fa’tasimi intatluhaa ghii fatan minharrinaa rilajoh
  • Atfaq taharro lajoo miwwirdihassyiyami kaannahaalhuu dutayaddul wujuu hubih
  • Minal’asoo tiwaqodjaa ‘uuhuka humami wakassiro tiwakolmii za nimaqdilah
  • Faqistu minghirihaa finaa silam yaqumi lataqjabanliha sadirroha yungkiruh
  • Tajaa hulawwahya’aynulhaa djiqilfahimi qodtungkirul’aynuduu ‘asyyamsi mirromad
  • Wayungkirulfamu toqmalmaa ‘iminsqom

Damat memliki 3 peralihan yaitu pelan, sedang dan cepat. Pada permainan syair ini keceriaan dan kegembiraan mulai muncul. Senandong tersebut mereka lantunkan dengan tarikan suara yang indah dan permainan rubano yang rancak. Tetapi sebelum memulai pelantunan syair, terdapat syair tambahan yang dinamakan tamsih. Tamsih ini dibaca terlebih dahulu lalu dilanjutkan pembacaan syair yang telah ada. Tamsih dibaca pada setiap awal tahap-tahap yang ada pada kesenian bordah. Adapun syair tamsih ini adalah “subahaaa ya allah ahaaahaaaiii allahhala astaghfirullah ahaiiii”. Ini sebagai pembuka syair lainnya. Biasanya pembacaan tamsih ini dibawakan oleh syeh dan dilanjutkan oleh seluruh pemain bordah.
Danang Kusumo
Danang Kusumo Hanya seorang yang biasa saja,, ingin membagikan tulisan yang seadanya,,

Post a Comment for "Mengenal Kesenian Bordah Kualuh Melayu"