Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dampak Positif Negatif dari Gunung Berapi Aktif Untuk Pertanian di Indonesia

Saat ini di Indonesia masih banyak terdapat Gunung berapi yang masih aktif. Walaupun sangat berbahaya namun dampak positif yang di timbulkannya untuk petani adalah untuk lahan pertanian yang sangat subur. Mereka menanam seperti sayur mayur, buah dan tanaman lainnya akan tumbuh dengan baik dilahan pegunungan.

Dampak Positif Negatif dari Gunung Berapi Aktif Untuk Pertanian di Indonesia

Dampak Positif Akibat Letusan Gunung Berapi Aktif


Dampak berbahaya dari Gunung berapi jika meletus sangat membahayakan semua makhluk hidup yang ada disekitarnya, baik manusia, hewan dan tumbuhan. Walaupun begitu, letusan gunung berapi juga mempunyai dampak positif yang sangat bermanfaat. Dampak positif yang dari gunung berapi untuk petani disekitar gunung, antara lain:

1. Lahan Pertanian 
Ketika gunung berapi meletus dan mengeluarkan abu vulkanik, abu ini dapat menyuburkan lahan pertanian di sekitarnya sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian penduduk. Kita ketahui banya orang yang tinggal di lereng gunung, bekerja sebagai petani dan perkebunan. Teh dan kopi menjadi komoditas utama yang bertani di lereng pegunungan. 

2. Bahan Material 
Disekitar gunung berapi akan banyak dijumpai penambang pasir untuk mendapatkan pasir di pinggiran aliran lahar dingin. Bahan material vilkanik berupa pasir dan batu dapat digunakan sebagai bahan material yang berfungsi untuk bahan bangunan, dan lain-lain. Banyak terdapat aneka bahan tambang seperti belerang, logam dan permata. Yang dapat kita manfaatkan sebagai jalan untuk mendapatkan penghasilan

3. Curah Hujan  
Di daerah vulkanis memungkinkan banyak turun hujan orografis. Hal tersebut disebabkan gunung merupakan daerah penangkap hujan yang baik. Karena curah hujan yang baik, akan berdampak baik pula untuk tanaman dan akan tumbuh subur.

4. Pembangkit Listrik 
Di daerah gunung berapi memungkinkan dibangun pembangkit tenaga listrik, yang berasal dari energi panas yang berada di sekitar gunung berapi. Dengan memanfaatkan uap panas dari gunung berapi memungkinkan petani untuk membuat energi listrik dari uap panas.

5. Sumber Air Panas
Banyak di temukan sumber air panas  yang dimanfaatkan untuk parawisata. Dengan adanya pariwisata, dapat meningkatkan penghasilan penduduk dan petani disekitar gunung berapi.

Dampak Negatif Akibat Letusan Gunung Berapi


Selain memberikan dampak positif bagi makhluk hidup, letusan gunung berapi juga memberikan dampak negatif sehingga sangat merugikan semua makhluk hidup yang tinggal di sekitar wilayah gunung. Dampak negatif tersebut antara lain:

1. Aliran Lava Panas
Aliran lava gunung berapi memiliki suhu 7000 sampai 1200oC. Dengan panas yang teramat tinggi, aliran lava tersebut dapat merusak dan membakar apapun yang dilaluinya. Akan tetapi warga dan penduduk di sekitar gunung masih dapat menyelamatkan diri dari aliran lava ini karena alirannya sangat lambat yaitu sekitar 5-300 meter/hari.

2. Lahar
Ada beberapa jenis lahar, antara lain lahar hujan yang biasa juga dinamakan lahar sekunder dan lahar letusan yang dikenal juga dengan lahar primer. Berat jenis aliran lahar tersebut besar yaitu antara 2-2,5. Dapat merusak apapun. Terlebih jika daerahnya landai/ miring. Bangunan dan gedung di sekitar dapat hancur dalam sekejap. Pengertian dari lahar letusan dan lahar hujan adalah sebagai berikut.

3. Lahar Letusan
Merupakan lahar yang terjadi karena letusan eksplosif gunung berapi yang punya danau kawah. Jauh tidaknya persebaran lahar letusan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu banyak sedikitnya air dalam kawah, dataran sekitar gunung yang luas, serta keadaan morfolog sekeliling kawah tersebut.

4. Lahar Hujan
Merupakan terbentuknya lahar yang disebabkan oleh proses terjadinya hujan. Lahar hujan dapat terbentuk lama setelah gunung berapinya meletus atau langsung setelah terjadinya letusan gunung api. Besar atau kecilnya lahar hujan dipengaruhi oleh intensitas curah hujan, banyak sedikitnya endapan gunung berapi yang memiliki kandungan abu (abu adalah material yang dapat membentuk lahar). Lahar hujan di Indonesia yang sudah sangat populer adalah lahar hujan gunung Galunggung, Merapi, Semeru, Agung.

5. Awan Panas
Awan panas dengan suhu sekitar 2000-800oC dapat menyerang wilayah sekitar gunung berapi hingga radius 10 km bahkan lebih jauh. Kecepatan awan panas kurang lebih 60 sampai 145 km/jam. Awan panas ini selain dapat merusak bangunan dan pemukiman warga, juga dapat membuat pepohonan tumbang dan akar pohon tercabut dari tanah. Dua jenis jenis awan panas yaitu awan panas surge dapat menyerang dengan radius yang lebih jauh, sehingga menjangkau daerah lebih luas. Selanjutnya awan panas block and ash flow yang arahnya akan ikut dengan lembah gunung.

6. Hujan Abu
Hujan abu akibat erupsi gunung berapi biasanya berisi debu, pasir, butiran lempung dan dapat berdampak pada tingginya keasaman air, rusaknya pepohonan dan berbagai jenis tanaman termasuk lahan pertanian, menyebabkan penyakit mata dan infeksi saluran napas. Apabila terjadi hujan abu dihimbau untuk menggunakan masker dan kacamata serat jangan lupa untuk membersihkan sisa hujan abu yang mengendap di atap rumah.

5. Batuan Pijar
Lontaraan batu pijar dapat terjadi tatkala gunung berapi meletus dan mengarah ke mana saja. Dapat membakar dan merusak bangunan, hutan, kematian manusia dan hewan. Untuk menghindar dari lontaran batu pijar, sebaiknya mengungsi jauh-jauh ke wilayah yang aman (jauh dari gunung).

6. Guguran Lava Pijar
Guguran lava ini berasal dari aliran lava atau kubah lava. Longsornya bisa sampai berjuta meter kubik sehingga sangat berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Itulah pembahasan dari saya tentang Dampak Positif Negatif dari Gunung Berapi Untuk Pertanian di Indonesia. Semoga bermanfaat untuk anda semua, dan dapat menjadi wawasan dan referensi.
Danang Kusumo
Danang Kusumo Hanya seorang yang biasa saja,, ingin membagikan tulisan yang seadanya,,

Post a Comment for "Dampak Positif Negatif dari Gunung Berapi Aktif Untuk Pertanian di Indonesia"