Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dusta Sang Pemetik Bunga

Melepas belahan jiwa


Aku Terkungkung Dalam Potret Kepiluan
Terpenjara Oleh Rasa Yang Terbelah-belah
Rinduku terkoyak-koyak Oleh Kalbu Kepalsuan
Setia ini menjadi rendah karena dusta sang durjana

Sang Juwita Terluka Dalam Tawa Bahagia
Lantas, Merintih Dalam Pedih Yang Tertatih
Kemanakah Ikrar Sumpah Yang Kau Janjikan Wahai Sang Pengembara
Membakar Sukma Yang Meronta Dalam Kobaran Api Drupada

Layu…
Lumpuh...
Mati…

Asmara Darah Yang Terkubur Dalam Dendam dan Air Mata
Usai Sudah Lakon Cinta Sang Pemuja Bersama Sang Jelita


                                                                                                                        by : Julia Sipahutar




Baca Juga : Puisi Sebatas Mengagumi

11 komentar untuk "Dusta Sang Pemetik Bunga"

  1. Bagus puisinya min... Buat lagi yang lain

    BalasHapus
  2. Puisi bisa menghaluskan jiwa dan pikiran kita. Puisi juga bisa melahirkan kebijaksanaan.

    Puisinya sangat bagus Gan. Mantap

    BalasHapus
  3. Baguss gan puisi nya.... Buat lagi gan yang banyak ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap gan,,, support kalianlah yang membuat saya terus berkarya,,

      Hapus