Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bernafas Tanpa-mu

Angin

nyiur melambai sepi di keheningan malam 
membuat Q mrindukan tentangmu 
kalbu terbesit goresan luka darah 
mengajarkan ku terseret dari khyalan itu 

tak seperti yg dulu 
naungan kini telah Q seberangi 
mendarat di tepian hati 
kini tak lagi d samping mu 

hidup berkembang tanpa batin 
bernafas tanpamu 
sisa-sisa hidup Q hidup antara mati 
mengisahkan hujan di kemari sore,,,


Oleh : Lestari Handayani